MALANG – Komitmen warga RW XI Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi perubahan iklim memasuki babak penting. Pada Selasa (28/7/2026), RW XI Merjosari secara resmi menjalani kegiatan Verifikasi Lapangan (Verlap) Program Kampung Iklim (ProKlim) Kategori Utama Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Acara verifikasi yang berlangsung secara daring (online) melalui aplikasi Zoom Meeting ini dilaksanakan mulai pukul 08.30 hingga 12.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh tim verifikator, perangkat daerah, mitra akademik, serta jajaran pengurus ProKlim dan tokoh masyarakat RW XI Merjosari.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota Malang
Prosesi acara diawali dengan opening ceremony yang dihadiri oleh deretan pejabat Pemkot Malang. Camat Lowokwaru, Baihaqi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat gotong royong dan konsistensi warga RW XI Merjosari dalam menggalakkan aksi lingkungan.
Dukungan senada ditegaskan oleh Lurah Merjosari, M. Syaiful Arif, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Ketiga pejabat tersebut secara tegas menyatakan komitmen dan dukungan penuh Pemkot Malang terhadap perjuangan RW XI Merjosari menuju penghargaan ProKlim Utama 2026.
Bentuk dukungan Pemkot Malang tidak hanya berupa dorongan moral, melainkan intervensi riil baik secara fisik maupun non-fisik. Bantuan fisik mencakup penyediaan peralatan pengelolaan sampah, bantuan bibit tanaman, hingga sarana prasarana lingkungan. Sementara dukungan non-fisik diwujudkan melalui berbagai program pelatihan, pembinaan, dan pendampingan berkelanjutan dari DLH Kota Malang.
Pemaparan Program & Kolaborasi Multipihak
Selepas opening ceremony, acara dilanjutkan dengan pemutaran Video Profil ProKlim RW XI Merjosari yang menampilkan potret kesadaran lingkungan warga, seperti pengelolaan sampah berbasis sirkular ekonomi, urban farming, hingga konservasi air melalui biopori dan penampungan air hujan.
Sinergi dan kemitraan strategis (Pentahelix) RW XI Merjosari semakin diperkuat dengan hadirnya testimoni dari mitra akademisi, Universitas Negeri Malang (UNM), yang diwakili oleh Afwan Hariri, salah satu pelaku Pengabdian Masyarakat di RW XI Merjosari. Dalam testimoninya, beliau mengapresiasi keterbukaan RW XI Merjosari sebagai laboratorium lapangan dan mitra kaji terap dalam edukasi serta aksi mitigasi-adaptasi iklim.
Sesi inti dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif oleh Ketua RW XI Merjosari yang mempresentasikan visi, strategi slogan “GAS POL” (Guyub, Adaptif, Sinergis, Peduli, Optimis, Lestari), serta pencapaian pilar Adaptasi, Mitigasi, dan Kelembagaan di wilayahnya.
Penilaian Detil di 13 Titik Pantau
Meski digelar secara daring, kedalaman proses verifikasi tetap terjaga. Pengurus dan kader ProKlim RW XI Merjosari menyajikan presentasi secara lugas dari 13 titik pantau unggulan kawasan. Masing-masing pengelola titik pantau secara bergantian memaparkan inovasi dan keunggulan teknis di lokasinya—mulai dari Plant Nursery (kebun bibit mandiri), Bank Sampah, komposter komunal, lorong hijau urban farming, hingga sistem drainase dan konservasi air lokal.
Verifikator mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh elemen warga, khususnya partisipasi perempuan (KWT/PKK) dan pemuda Karang Taruna yang menjadi penggerak harian di lapangan.
Melalui verifikasi lapangan ini, seluruh warga dan pemangku kepentingan berharap RW XI Merjosari dapat meraih predikat ProKlim Utama Trophy Tahun 2026, sekaligus menjadi pemicu inspirasi (replikasi) bagi wilayah-wilayah lain di Kota Malang dalam membangun pemukiman perkotaan yang tangguh, mandiri, dan lestari. (De/Jul 2026)
