Malang — Semangat Ramadhan 1447 H terasa hangat di lingkungan Perum Vila Tidar RW XI, Kelurahan Merjosari. Majelis Taklim setempat menggelar kegiatan bertema penguatan peran Majelis Taklim di era digital, yang berlangsung di Musholla Hasbunallah, kawasan Malang. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam membangun keluarga dan masyarakat yang harmonis di tengah tantangan zaman.
Acara yang diinisiasi oleh Majelis Taklim RW XI ini dihadiri Ketua TPP PKK RW XI, jajaran pengurus, serta anggota TPP PKK dan ibu-ibu Majelis Taklim. Sejak pagi, suasana musholla tampak hidup dengan kehadiran peserta yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Dalam sambutannya, Ketua TPP PKK RW XI menegaskan pentingnya penguatan kapasitas Majelis Taklim sebagai pilar pembinaan umat di lingkungan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa di era digital dan globalisasi saat ini, tantangan keluarga semakin kompleks, sehingga dibutuhkan peran aktif dan adaptif dari para ibu.

“Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas Majelis Taklim dan peran ibu-ibu dalam masyarakat. Kita tidak bisa menutup mata terhadap perkembangan teknologi. Justru kita harus mampu memanfaatkannya untuk kebaikan,” ujarnya penuh semangat.
Menurutnya, Majelis Taklim bukan sekadar forum pengajian rutin, tetapi juga ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, serta sarana edukasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan penguatan yang tepat, Majelis Taklim dapat menjadi pusat pemberdayaan keluarga berbasis nilai-nilai keislaman.
Hadir sebagai narasumber Ernawati, S.Ag Penyuluh Agama Islam Kecamatan Lowokwaru, memberikan tausiah sekaligus motivasi tentang peran strategis Majelis Taklim dalam membentuk keluarga sakinah dan maslahah. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keluarga adalah pondasi utama peradaban.
“Majelis Taklim memiliki peran penting dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Dari keluarga yang kuat secara spiritual dan emosional, akan lahir masyarakat yang kokoh,” jelasnya.
Ia menambahkan, di tengah arus informasi digital yang begitu deras, keluarga sering kali menghadapi tantangan baru, mulai dari pola komunikasi yang berubah hingga pengaruh media sosial terhadap anak-anak. Oleh karena itu, Majelis Taklim perlu mengambil peran sebagai benteng moral sekaligus sumber literasi keagamaan yang bijak.
Ernawati juga mengajak para peserta untuk tidak alergi terhadap teknologi. Justru sebaliknya, teknologi harus dijadikan alat dakwah dan sarana memperluas manfaat.
“Dengan memanfaatkan teknologi digital, Majelis Taklim dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan meningkatkan kualitas kegiatan. Misalnya melalui grup WhatsApp untuk berbagi materi kajian, konten dakwah di media sosial, atau dokumentasi kegiatan yang menginspirasi,” tambahnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya minat peserta terhadap tema ini. Beberapa ibu-ibu menyampaikan pengalaman mereka dalam mendampingi anak di era gawai serta upaya menjaga keharmonisan keluarga di tengah kesibukan masing-masing anggota keluarga.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif. Tidak hanya menerima materi, para peserta juga diajak untuk saling berbagi solusi dan praktik baik yang bisa diterapkan di lingkungan RW XI. Kebersamaan yang terjalin semakin mempererat ukhuwah di antara warga.
Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim Perum Vila Tidar RW XI diharapkan semakin solid dan progresif dalam menjalankan perannya. Penguatan kapasitas di bulan Ramadhan menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif bahwa dakwah dan pembinaan keluarga harus berjalan seiring dengan perkembangan zaman.
Ramadhan bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat peran sosial dan kemasyarakatan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus belajar, Majelis Taklim RW XI optimis dapat menjadi motor penggerak terwujudnya keluarga sakinah dan masyarakat yang maslahah.
Di tengah dinamika era digital, nilai-nilai keislaman tetap menjadi kompas utama. Dan dari Musholla Hasbunallah, semangat itu terus tumbuh—menguatkan keluarga, mempererat persaudaraan, serta menebar kebaikan di lingkungan Vila Tidar dan sekitarnya.
(Sumber: Kemenag Kota Malang)
