MALANG – Komitmen warga RW XI Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dalam menjaga kelestarian lingkungan terus menunjukkan langkah nyata. Melalui unit Bank Sampah Mandiri (BSM) “Klasik”, RW XI Merjosari secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Human Roots Indonesia, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berfokus pada pengelolaan limbah terpadu dan berkelanjutan.
Ketua RW XI Merjosari, Dr. Pardiman, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang wilayah dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang mandiri dan berdaya guna. Menurutnya, kerja sama dengan Human Roots Indonesia menjadi elemen penting dalam upaya mencapai pengelolaan sampah tuntas atau zero waste management.
“Kerja sama dengan Human Roots ini sangat vital untuk membantu kami mencapai tujuan zero waste management. Selain itu, pengelolaan limbah minyak jelantah secara terarah kami harapkan dapat memperkuat langkah RW XI Merjosari dalam meraih predikat Trofi Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Dr. Pardiman di sela kegiatan penandatanganan MoU.
Secara teknis, kerja sama ini difokuskan pada penanganan limbah cair rumah tangga, khususnya minyak jelantah (used cooking oil), agar tidak mencemari saluran pembuangan air dan lingkungan sekitar, melainkan dapat dikonversi menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Dalam kesepakatan tersebut, Human Roots Indonesia berkomitmen memberikan pendampingan teknis dalam manajemen pengelolaan sampah, sekaligus bertindak sebagai mitra penampung (off-taker) hasil pengumpulan minyak jelantah dari warga. Human Roots juga mendukung penyediaan infrastruktur berupa galon penampungan yang akan didistribusikan ke seluruh 18 Rukun Tetangga (RT) di wilayah RW XI Merjosari, guna membangun sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi sejak tingkat rumah tangga.
Sebagai upaya menjamin akurasi dan transparansi pengelolaan, Human Roots turut memfasilitasi timbangan di depo pusat Bank Sampah Mandiri Klasik RW XI Merjosari, sehingga proses pencatatan dan penilaian limbah dapat dilakukan secara tertib dan akuntabel.
Melalui sinergi antara pemberdayaan masyarakat,
dukungan infrastruktur dari Human Roots Indonesia, serta kepemimpinan wilayah yang visioner, RW XI Merjosari optimistis dapat menjadi role model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Kota Malang.
GNTG

