Malang – Bertempat di Balai RW 11 Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan Rapat PKK RW 11 yang dilanjutkan dengan Peningkatan Kompetensi Pokja 2 melalui pelatihan bertajuk “Pemberdayaan Perempuan Melalui Koperasi”, pada hari ini (Sabtu, 10 Mei 2025).

Kegiatan diawali dengan pertemuan rutin PKK yang dibuka oleh Ibu RW 11, Hanik Tasnida, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi atas semangat dan kekompakan para kader PKK dalam membangun keluarga dan lingkungan yang mandiri serta produktif. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan seperti ini sebagai langkah nyata pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.

Pelatihan manajemen koperasi ini merupakan inisiasi dari Kelompok PKK RW 11 Kelurahan Merjosari dalam rangka memperkuat peran anggotanya—khususnya para perempuan—untuk lebih mandiri secara ekonomi.
Ketua RW 11, Dr. Pardiman, S.E., M.M., membuka sesi pelatihan secara resmi sekaligus menjadi narasumber pertama. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi kunci dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat. Dengan memiliki akses ke sumber daya ekonomi, perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” terang Dr. Pardiman.
Materi pelatihan dilanjutkan oleh narasumber kedua, M. Khoirul Anwarudin B.S., S.E., M.M., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (Unisma), sekaligus Tim CEO PT Java Macadamia Indonesia. Dalam paparannya, Khoirul menjelaskan bahwa koperasi menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan.
“Dengan koperasi, ibu-ibu dapat memiliki akses ke modal usaha, meningkatkan pendapatan, dan mengembangkan usaha mereka,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa koperasi memainkan peran penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui pelatihan manajemen koperasi ini, ia berharap kelompok PKK dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga RW 11 Merjosari dan masyarakat sekitarnya.
“Ini selaras dengan program pemerintah untuk mengembangkan dan memberdayakan koperasi pedesaan Indonesia yang akan dicanangkan pada tanggal 28 Oktober 2025 mendatang,” pungkasnya.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta dan diharapkan menjadi titik awal terbentuknya koperasi perempuan berbasis komunitas di lingkungan RW 11 Merjosari.
RK
