Pada tanggal 16 November 2023, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang mengadakan pelatihan budidaya ikan air tawar kolam terpal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian pangan masyarakat. Pelatihan ini diikuti dengan antusiasme warga RW XI Merjosari Malang.

Hari ini, tanggal 18 Februari 2024, hasil dari pelatihan tersebut telah menghasilkan buah yang memuaskan. Warga RT 11 RW XI berhasil mengumpulkan lele dari kolam terpal mereka. Dengan menggunakan benih sebanyak 500 biji dan pelet seberat 45 kg, mereka berhasil menghasilkan lele sebanyak 25 kg.

Lele yang berkualitas ini kemudian dijual kepada warga sekitar dengan harga Rp 22.000 per kg. Pendapatan dari penjualan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan ekonomi mereka, tetapi juga akan diinvestasikan kembali sebagai modal untuk budidaya ikan air tawar yang lebih lanjut.
Ketua RT 11 Bpk Fandik menyatakan harapannya agar program-program pelatihan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. Menurutnya, pemanfaatan lahan sempit untuk kegiatan pertanian seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat dalam menahan tantangan ketersediaan pangan.

Sementara itu, Ketua RW XI Merjosari, Bapak Pardiman, menjelaskan bahwa program budidaya ikan air tawar dalam terpal atau bioflok merupakan bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang. Dia berharap agar warga RW 11 dapat mengembangkan budidaya ikan air tawar meskipun dengan media yang terbatas, sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga. Saat ini, ada 7 kolam yang berada di berbagai RT di wilayah RW 11, dan ke depan diharapkan setiap RT minimal memiliki satu kolam untuk memenuhi kebutuhan protein warga.

Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang yang telah memfasilitasi penyediaan kolam, bibit, peralatan, serta pelatihan bagi warga RW XI. Semoga program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Merjosari Malang.
