Malang, 10 Feb, Masalah sampah di perkotaan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan pola konsumsi masyarakat. Warga RT 10 RW 11 Perumahan Vila Bukit Tidar, Malang, menghadapi tantangan yang sama, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Namun, semangat warga untuk menjaga lingkungan mendorong mereka mengadopsi urban farming sebagai solusi berkelanjutan.
Ketua PKK RT 10, Nurlaila, menyampaikan bahwa warga sangat antusias dalam menjalankan urban farming berkelanjutan. Selain membantu mengurangi sampah, hasil dari kebun ini juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak sehari-hari.
Urban farming yang diterapkan warga berbasis pada prinsip zero waste, yaitu memanfaatkan limbah rumah tangga agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengolah sampah organik menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman.
Untuk mengatasi sampah organik, warga telah menerapkan teknologi lubang biopori, yaitu lubang resapan yang digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk alami. Dengan cara ini, sampah dapur seperti sisa sayuran dan buah tidak terbuang percuma, tetapi justru bermanfaat bagi kesuburan tanah.
Selain itu, warga juga mulai menerapkan sistem komposter sederhana di rumah masing-masing, sehingga mereka dapat mengolah sampah organik secara mandiri. Dengan adanya pupuk alami ini, tanaman di kebun urban mereka dapat tumbuh lebih sehat dan subur.
Tidak hanya sampah organik, warga RT 10 juga aktif mengumpulkan sampah anorganik seperti botol plastik dan kardus. Sampah-sampah ini kemudian dikumpulkan dan diserahkan ke bank sampah untuk didaur ulang. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga.
Dengan adanya program urban farming ini, warga memperoleh berbagai manfaat, antara lain:
- Mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
- Meningkatkan ketahanan pangan karena hasil panen bisa digunakan untuk konsumsi sendiri.
- Menghemat pengeluaran, terutama dalam membeli sayuran dan bumbu dapur.
- Meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.
- Membangun kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Semangat warga RT 10 RW 11 Perumahan Vila Bukit Tidar, Malang, dalam menjalankan urban farming menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan dan inovasi sederhana dapat membawa perubahan besar. Jika program ini terus berkembang, bukan tidak mungkin konsep zero waste dan urban farming akan menjadi tren yang lebih luas di Kota Malang.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, warga telah membuktikan bahwa solusi terhadap masalah sampah tidak selalu harus bergantung pada pemerintah, tetapi juga bisa dimulai dari lingkungan rumah tangga. Urban farming bukan sekadar tren, tetapi juga solusi nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
-dito-
