MALANG – Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan DLH Kota Malang menggelar kegiatan Action Learning Peningkatan Kesadaran Pendidikan Program Komunitas Iklim (Proklim). Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026, bertempat di Balai Serbaguna RW XI Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari pengurus RW dan pegiat lingkungan dari 20 wilayah RW se-Kota Malang yang sebelumnya telah berpartisipasi dalam Lomba Kampung Berseri tingkat Provinsi Jawa Timur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim global melalui kebiasaan hidup sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama dengan kunjungan lapangan oleh Tim DLH Provinsi Jatim dan DLH Kota Malang ke sejumlah titik pantau Proklim di RW XI Merjosari. Beberapa lokasi yang ditinjau antara lain Kebun Pisang Cavendish di RT 14, Green House Urban Farming Zero Waste di RT 5, Urban Farming RT 16, program Ketahanan Pangan RT 18, serta Urban Farming Omah Godhong di RT 17.
Pada hari kedua, para peserta dibekali materi dan praktik dari beberapa narasumber ahli, antara lain Ir. Bambang Irianto (Pegiat Proklim Nasional) menyampaikan materi mengenai strategi membangun dan menjaga keberlanjutan kampung tematik, Tiara (Universitas Airlangga) membawakan materi terkait upaya mitigasi lingkungan. dan Soejono, MBA memberikan pemaparan mengenai penguatan ketahanan pangan di tingkat lokal.
Memasuki hari ketiga, peserta kembali melakukan kunjungan lapangan ke lingkungan RT 1, 2, 3, 8, dan 9 di RW XI Merjosari untuk melihat secara langsung praktik urban farming dan ketahanan pangan warga. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi peta jalan menuju Kampung Proklim oleh Dr. Pardiman, MM dari Universitas Islam Malang, serta pelatihan praktik pembuatan Eco-enzyme dan Ecoprint yang dipandu oleh Piet Kamarun Akhir, ST.
Rangkaian kegiatan Action Learning ini ditutup secara meriah dengan pembagian undian tong sampah tarik bagi para peserta sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kebersihan lingkungan. (de)
