Kamis, 8 Mei 2025, pukul 19.00 WIB, bertempat di area Masjid Nurul Jihad, dilaksanakan acara koordinasi pembangunan masjid yang menjadi satu-satunya di wilayah RW 11, Perumahan Villa Bukit Tidar, Merjosari. Acara ini dihadiri oleh Ketua RW 11, Dr. Pardiman, seluruh Ketua RT di lingkungan RW 11, serta Takmir Masjid Nurul Jihad
Ketua Takmir, Abah Hasan Busri, membuka rapat dengan semangat dan doa agar pembangunan bisa segera dimulai. “Bismillah, kita akan segera memulai pembangunan Masjid Nurul Jihad. Atap masjid sempat roboh sebelum hari raya kemarin, dan banyak warga yang bertanya kapan akan dibangun kembali,” ungkapnya. Dana dari donatur telah terkumpul sebesar Rp144 juta, ditambah kas masjid, total dana yang tersedia kini sebesar Rp261 juta.

Dalam pertemuan tersebut dibahas pula pertimbangan utama dalam desain masjid, yakni kenyamanan jamaah saat beribadah dan keindahan bangunan masjid. Ketua RT diminta untuk berperan aktif sebagai seksi dana dan usaha dalam menggalang dukungan dana serta material.
Penjelasan teknis disampaikan oleh Pak Mistar selaku Seksi Pembangunan, yang menyampaikan bahwa total kebutuhan dana pembangunan mencapai Rp 2.425.000.000

Ketua RW 11, Dr. Pardiman, menegaskan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat. “Masjid ini adalah jerih payah warga RW 11 dan para donatur. Karena milik masyarakat, pengelolaan diserahkan kepada Takmir, dan kami harapkan Ketua RT bisa menjadi jembatan agar warga mendukung penuh pembangunan ini,” tuturnya.

Ketua Panitia Pembangunan, H. Muhammad Amin, juga menyampaikan harapannya. “Kami berharap semua Ketua RT mendukung pembangunan ini. Ini adalah tabungan kita di akhirat nanti,” ucapnya.
Beberapa Ketua RT turut menyampaikan komitmen dan dukungannya. Pak Joko (Ketua RT 2) menekankan pentingnya menyimpan blueprint masjid sebagai pedoman generasi mendatang. “Ini amanah yang akan kita pertanggungjawabkan, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat,” ujarnya.

Pak Jel dari RT 12 menambahkan dengan keyakinan, “Minta kepada Allah, insyaAllah pembangunan ini akan sukses.”
Sementara itu, Pak Muh Amin sebagai Seksi Dana dan Usaha menegaskan optimisme panitia, “Kami yakin pembangunan ini akan berjalan lancar. Kami mohon Ketua RT bisa melibatkan warganya agar dukungan semakin maksimal.”

Tokoh masyarakat H. Maskuri juga mendorong dimulainya pembangunan segera. “Penataan masjid harus lebih baik. Dana sudah terkumpul Rp261 juta. Saya menyumbang 25 sak semen dan berharap semua panitia bergerak untuk penggalangan dana,” serunya.
Dalam semangat gotong royong, Ketua RT dan panitia juga melakukan bantingan (iuran sukarela) dan berhasil mengumpulkan 250 sak semen sebagai bentuk nyata dukungan masyarakat.

Acara koordinasi malam itu menjadi penanda dimulainya langkah besar warga RW 11 dalam membangun kembali Masjid Nurul Jihad – sebagai pusat ibadah, kegiatan sosial, dan simbol persatuan umat di lingkungan mereka.
RK
